Ujung Tanduk, Karir Politik Ganjar Pranowo di Kandang Banteng

oleh -47 views
Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Instagram/ganjarpranowo

POLITIK-Karier politik Ganjar Pranowo di PDI Perjuangan (PDIP) dinilai sudah di ujung tanduk, menyusul tidak diundangnya Gubernur Jawa Tengah itu dalam acara pengarahan Pemilu 2024 oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Semarang, Minggu (23/5).

Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Jakarta, Nyarwi Ahmad dalam keterangannya, Senin (24/5).

“Bukan tidak mungkin, upaya Ganjar dalam memaksimalkan karier politiknya melalui PDI Perjuangan sudah di ujung tanduk,” kata Ahmad dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (24/5).

Dari perspektif pemasaran politik, Ahmad menjelaskan, ada 4 hal menarik untuk dicermati di balik peristiwa fenomenal tidak diundangnya Ganjar, yang notabene merupakan kader PDIP dalam acara pengarahan Pemilu 2024 oleh Puan Maharani.

Dalam survei IPS pada awal April 2021 untuk 30 nama calon presiden, elektabilitas Pranowo mencapai 14,4 persen. Peringkat kedua setelah Prabowo Subianto (25,4 persen).

Dalam bursa calon wakil presiden, untuk 30 nama, Ganjar juga berada di urutan nomor 3 dengan elektabilitas 8,3 persen setelah Anies Baswedan (12,8 persen).

Tingkat elektabilitas ini juga tidak banyak mengalami perubahan untuk survey, dengan 18 dan 10 nama calon presiden-wakil presiden.

“Namun, potensi elektabilitas Ganjar tak bermakna apa-apa, bila gagal meraih dukungan internal dari pimpinan PDIP,” ujar Ahmad. 

“PDIP tampak makin terbuka untuk mengingatkan para kadernya, khususnya yang menjadi publik figur popular dan memiliki potensi elektabilitas tinggi agar tidak offside. Kritik yang disampaikan Ketua DPP PDIP Jateng Bambang Wuryanto ke Ganjar mengindikasikan hal itu,” jelasnya.

Pada Minggu (24/5), Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu yang juga Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto memberikan penjelasan, terkait tidak diundangnya Ganjar dalam acara pengarahan kader untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024, oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

“Tidak diundang! wis kemajon (kelewatan), yen kowe pinter, ojo keminter‘ (kalau pintar, jangan sok pintar, Red),” kata Bambang melalui siaran pers yang diterima Antara di Semarang, Minggu (24/5).

Dalam rilis tersebut, DPD PDIP Jateng dengan terang-terangan menyebut Ganjar terlalu berambisi maju di ajang Pilpres 2024, sehingga meninggalkan norma kepartaian.

Pada susunan acara yang beredar di kalangan media, undangan kegiatan pengarahan oleh Puan Maharani ditujukan kepada kepala daerah dan wakil kader se-Jateng. Kecuali, gubernur. Khusus tulisan “kecuali gubernur” itu diberi tanda kurung.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.