Tunduk Sebagai Petugas Partai atau Percaya Suara Tuhan

oleh -360 views

POLITIK-Munculnya Ganjar sebagai capres tertinggi elektibikatas dalam berbagai survei politik membikin kalap dan marah elite partai . Fenomena unik terjadi ketika munculnya sikap politik dari elite yang bertindak dan berdikap konyol Pendapat sinis dan miring menyikapi tingginya Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Indonesia. ucalan petinggi partai di berbagai media masa dengan melontarkan ancaman dan gugatan sepihak justru bagian kontraproduktif buat kader dan partai itu sendiri apalagi berasal dari partai yang sama .

Dialog politik internal partai sedang bekerja ,sayangnya harus muncul ke publik tampa kendali ke publik terlalu liar dan mengalami distorsi politik ke berbagai arah. .

Konflik horisontal elite politik PDIP antara Bambang Pajjul yang mewakili Puan Maharani melawan Ganjar Pranowo yang telah banyak mendapatkan dukungan relawan selerti RGP24 memberikan gambaran dinamika partai sudah menjurus keseriusan masalah strategi dan kebijakan serta keputusan politik dan harus segera ditindaklanjuti dalam beberapa keputusan dan tindakan .

Konflik harus segera didamaikan , butuh tindakan nyata meredam konflik
Hasil keputusan penting untuk wilayah politik partai dan juga para relawan dan pendukung militan GP juga berhak atas keadilan dan kebijaksanaan putusan partai.

Kewajaran dalam sebuah kompetisi dalam dunia politik ,itulah subtansi dari pengertian sesungguhnya jika politik itu diartikan tindakan dengan berbagai cara jntuk meraih kekuasaan . Tidak peduli halal atau haram jika perlu moralitas dikubur dalam- dalam untuk melegalkan suatu kekuasaan.

Tindakan politik dalam berbagai cara seperti deklarasi , pembunuhan karakter, kampanye hitam ,kudeta ,pembelotan semuanya merupakan bagian proses politik yang merupakan bagian dari seni memperoleh target berkuasa.

Memetakan politik antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani yang mempunya genetik kepartaian sama dari kader PDIP . Dua tokoh ini Idealnya tidak menjadi beban dan blunder politik internal partai. Justru bagian dinamika positif aabagai indikator berjalannya mesin partai untuk menghasilkan kadet partai yang mumpuni.

PDIP sebagai partai berkuasa saat ini harusnya menjadi contoh berpartai dengan gaya dan politik yang elegan ,dinamis dan menjunjung tinggi nilai nikai keterbukaan berdemokrasi. Melakukan tindakan politik ,berdemokrasi dan membuka wacana keterbukaan dalam kaderisasi dan transisi Kepemimpinan nasional .

Mengedepankan semangat perubahan / reformasi serta penguatan nilai- nila kebangsaan dalam bernegara . Partai Politik yang besar dan sedang berkuasa sebagai bagiian garda kebangsaan dan nasionalisme untuk Indonesia.

Pembelajaran sangat mahal ketika tantangan dan resiko kekinian arus perubahan para pemilih untuk mengeluarkan argumentasi , advokasi dan gagasan – gagasan berdemokrasi yang baik dan benar. . Ancaman bahkan sering muncul untuk menekan dan menyandera sebagai bagjan bargaining position kelompok kepentingan.

Contoh ancaman serius yang datang dari pendukung partai PDIP berkaitan rencana eksodus dan hengkangnya dukungan jika tidak memilih Ganjar sebagai capres 2024 . Aksi ini menunjukan terjadi gejala bencana yang serius bahwa terjadi pergolakan dan perlawanan sosial ,terjadi gelombang baru melawan kepatuhan normatif ,mengabaikan loyalitas partai dan sudah tidak hagi tanduk pengaruh ideologi bahkan ketua partai bukan lagi hak penting sebagai sabuk pengikat loyalitas.

Kepercayaan masyarakat mengerucut dan menyimpulkan hingga munculah istilah Ganjar Pranowo sebagai utusan Tuhan dan tidak butuh restu Ketua Partai untuk menuju RI 1.

Tindakan elite partai politik PDIP yang dilakukan ketua Badan Pemenangan Pemilu / Bapilu untuk menekan atau mengganjal Ganjar Pranowo menuju RI 1 disebutkan sebagai pekerjaan bodoh dan sembrono. Pekerjaan elite partai yang tidak teliti dan ceroboh. Setidaknya internalisasi demokrasi dalam tubuh partai mengalami sumbatan, dituduh partai feodalistik dan sentralistik .

Sikap konservatif elite politik tersebut menandakan partai belum siap melakukan pembaharuan dan moderenisasi ke arah partai pintar yang mengedepankan keterbukaan dan profesionalisme . Partai politik moderen lebih mengedepankan kesesuaian kebutuhan dan bekerjanya mesin partai dengan baik menuju internalisasi dan eksternal wujud proses demokrasi bekerja .

Bagaimana jika partai politik bekerja dan bertindak dengan memaksakan kehendak elite partai dan menjauhi keinginan konstituennya ?

Partisipasi politik masyarakat sebagai pemilih dan dipilih cenderung terus merosot. Kehadiran masyarakat sebagai stage holder partai yakni pemilihn baik di pileg pilpres dan pilkada terus menunjukkan apatisme . Golongan golput masih tinggi. Secara umum partudilaai politik masih dia angka 60-80 persen.

Sebagian besar partisipasi politik lebih didorong faktor dukungan tindakan kontradiktif nilai -nilai proses berdemokrasi ideal. Besarnya dukungan pemilih didorong karena nyakni tindakan dan praktek negatif politik seperti money politik, hasutan tekanan dan teror ,mobilisasi dan tekanan pihak ketiga. Pendidikan dan literasi berpokitik yang baik dan benar masih rendah.

Refleksi kita untuk pembelajaran khususnya di bidang politik, kasus yang terjadi dan sedang viral saat ini yakni tindakan Bambang Patjul meneror dan mengintimidasi Ganjar yang di duga karena sudah kelewatan dan berani untuk mencalonkan diri sebagai kandidat presiden 2024 . Sontak saja dunia politk heboh dengan melihat tindakan kebodohan yang diperlihatkan dan menyerang balik tindakan elite partai tersebut .

Terjadinya perlawanan dan advokasi dari masyarakat baik ditujukan kepada parpol tertentu atau partai politik secara keseluruhan . Kerugian justru menimpa partai ,terjadi penggembosan oleh pemiliknya ,kader partai dan juga kemungkinan kader terbaik partai .

Berbagai ancaman datang dari pemilih partai itu sendiri meninggalkan partai atau memberikan wacana Ganjar hengkang dan hijrah ke partai lain untuk mencari dukungan menuju RI 1.

Proses regenerasi kepemimpinan nasional sekitar 3 tahun lagi. Waktu cukup pendek masyarakat mewacanakan menyiapkan kader terbaik untuk kepemimpinan nasional atau daerah. Demikian juga intuk parpol agar segera menyiapkan kader terbaiknya untuk dipentaskan dan disodorkan ke halayak publik sebagai bagian uji coba kelayakan publik , pertanggungjawaban politik dan moral di muka publik.

Agenda pesta demokrasi nasional 2024-2029 akan semakin menarik dan menantangvmelihat komposisi pemilih baru. Bonus demografi kependudukan di usia produktif berlangsung menjelang Pemilu 2024-2029.

Dominasi usia produktif sebagai pemilih cerdas,berwawasan dan telah melek /matang berpolitik dalam pemilu serentak tahun 2024 legeslatif dan pemilu eksekutif diharapkan terjadinya proses pembelajaran dan pelaksanaan agenda politik nasional yang modern dengan menghasilkan pimpinan yang sesuai tantangan perubahan dunia saat ini. (*)

Penulis: Heru Subagia
Pimpinan Partai Daerah Dan Direktur SEPADAN Institut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.