Prabowo Minta Mafia Alutsista Diungkap, Begini Paparan Connie Rahakundini

oleh -28 views
Pemerhati Pertahanan Dr. Connie Rahakundini Bakrie (Foto: Instagram)

POLITIK-Pemerhati Pertahanan Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengapresiasi perhatian Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, terkait pemberitaan terkait mafia Mr. M dalam pengadaan alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (alutsista). 

“Sebagai warga negara yang baik, akademisi sekaligus intelektual, saya berkewajiban untuk bersikap kritis dalam mendukung Menteri Pertahanan dan atau Kemhan agar dapat bertindak (bukan sekedar mewanti-wanti). Bahwa tidak ada tempat bagi siapa pun yang dapat bermain-main dalam upaya modernisasi alutsista. Hal ini juga mengingat tugas masyarakat bersama K/L terkait adalah mengawal anggaran negara. Termasuk Anggaran Pertahanan, utamanya mengingat anggaran tertinggi pada APBN kita,” kata Connie dalam keterangannya, Senin (10/5).

Terkait beredarnya Mr. M atau mafia dalam upaya modernisasi alutsista dan atau MRO, Connie menyebut, keberadaannya juga diakui oleh para tokoh. Antara lain, Anggota Komisi I DPR M. Farhan, Mantan Kepala Badan Intelijen Strateis (KaBAIS) S. Ponto, dan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodawardhani.

“Maka menjadi tugas Kemhan bersama sama KPK dan aparat terkait, untuk menggunakan seluruh perangkat yang dimiliki untuk membuka siapa saja Mr. M yang dimaksud. Bukan tugas seorang akademisi atau intelektual,” papar Connie.

“Mr M atau Mdmme M – Mr X atau Mdmme X atau siapa pun merupakan perkara mudah,  jika Kemhan dapat mengundang KPK untuk masuk menelisik tahapan dalam proses CADMID (siklus dalam sistem pengadaan alutsista, mulai dari konsep hingga manufacturing, Red). Biarkan KPK melakukan tugasnya dengan baik. Sehingga, siapa pun yang bermain, dapat benar-benar terungkap dan terhentikan,” lanjutnya. 

Connie mengingatkan, good governance yang memandatkan adanya transparansi dalam pertahanan sebuah negara demokratis, mewajibkan Menteri Pertahanan dan Kementrian Pertahanan mampu melakukan transparansi dalam hal kebijakan anggaran.

Menurutnya, kerahasiaan pertahanan tidak terletak pada anggaran. Tetapi lebih kepada strategi, pelatihan, dan taktik perang dalam menggunakan alutsista dimaksud.

Tanpa adanya transparansi anggaran, Connie meyakini kepercayaan akan sulit dibangun.

“Karena dalam proses CADMID, semua hal bisa terjadi. Contoh sinyalemen terbuka dari Komisi I DPR Bapak Tubagus Hasanudin tentang RPerpres dengan anggaran +/_ Rp 1.760 triliun, dalam modernisasi alutsista 2020 – 2024. Apakah sudah melalui tahapan yang benar? Sudahkah disetujui dan dipahami oleh pengguna (TNI) dan oleh Komisi I? Jika benar alokasi PLN tersebut, seluruh warga negara perlu mengetahui karena hal ini memiliki konsekuensi pembayaran utang LN yang sangat besar, serta akan menjadi beban negara dan warga negara,” urai Connie.

Tentang Pseudo Indhan (industri pertahanan semu atau palsu), Connie mengaku sudah menyampaikan sejak era Menhan terdahulu, bahwa hal termudah untuk membuktikannya adalah dengan menerapkan audit teknologi yang ketat oleh K/L terkait bersama BPK, terhadap semua pelaku Inhan BUMN dan atau BUMS.

“Hasil audit teknologi lah yang akan menjawab dan menunjukkan siapa dan apa saja BUMN dan BUMS yang termasuk dalam kelompok pelaku Pseudo Inhan. sehingga diperlukan kemauan keras dan kemampuan Kemhan untuk mewujudkan hal ini, bersama K/L terkait terutama BPK,” tegasnya.

Connie juga menyebut, pihaknya telah menerima undangan dan mengkonfirmasi kehadiran untuk menghadap Menhan dan atau Wamenhan melalui pembicaraan bersama Marsma TNI Penny Radjendra (Karo Humas) pada minggu lalu. Namun, dibatalkan mendadak menjelang pertemuan  

“Saya juga telah memenuhi undangan dari pejabat PT TMI/ Technology Military Indonesia, yang menurutnya sedang mengagendakan pertemuan saya bersama Bapak Menhan pada 11 Mei 2021. Selanjutnya, terkait keseluruhan poin di atas, kami akan mendiskusikannya secara langsung bersama Bapak Menhan saat pertemuan,” tutur Connie.

“Sebagai warga negara yang baik, akademisi sekaligus intelektual, saya berkewajiban mendukung Kemhan dalam membenahi upaya menyusun Road Map Kebijakan Pertahanan Negara. Agar keseluruhan upaya modernisasi alutsista, dilakukan dengan akuntabel dan menjaga kepentingan nasional. Sesuai Visi Presiden Joko Widodo. dalam mewujudkan TNI berkekuatan Poros Maritim, Dirgantara dan Permukaan Dunia. Modernisasi alutsista serta kemandirian Indhan yang sejati, akan terkait sangat pada eksistensi dan kewibawaan Indonesia sebagai bangsa berdemokrasi, berwibawa, berdaulat dan terhormat,” pungkasnya.

Isu terkait adanya mafia alutsista ‘Mr. M’ yang mengambil keuntungan dari sejumlah transaksi alutsista, sebelumnya diungkap Connie dalam salah satu sesi wawancara di CNBC.

Selanjutnya, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Connie mengungkap sosok tersebut.

“Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sangat berterima kasih, bila Bu Connie menyebutkan dan membuka saja siapa mafia yang dia sebut berinisial Mr. M. Bila perlu, laporkan tindakan yang bersangkutan ke KPK atau kepolisian,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Senin (10/5).

Dahnil mengingatkan hal tersebut, agar tidak menjadi fitnah dan rumor. Termasuk, pernyataan soal adanya industri pertahanan bayangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.