Mampu Ungkap Parodi Indonesia Raya, Polri Harusnya Usut Dugaan Intelijen Jerman di Markas FPI

oleh -100 views
Kedatangan staf Kedubes Jerman ke markas FPI/Net
Kedatangan staf Kedubes Jerman ke markas FPI/Net

JAKARTA-Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengapresiasi kinerja apik Polri yang berhasil mengungkap pelaku parodi lagu Indonesia Raya dibantu Polisi Diraja Malaysia seharusnya berbanding lurus dengan proses hukum intelijen Jerman ke markas FPI beberapa waktu lalu di Jakarta.

Baca: Jika Informasi Intelijen Jerman Sambangi Markas FPI itu Benar, Pakar Hukum Internasional: Insiden Besar

“Kerja keras oleh Polri ini seharusnya berbanding lurus dengan proses hukum atas agen intelijen Jerman yang diketahui masuk ke markas FPI. FPI saat ini telah dinyatakan oleh pemerintah sebagai organisasi terlarang,” kata Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Hikmahanto Juwana dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/1).

Tak hanya aparat kepolisian, Guru Besar Ilmu Hukum Internasional UI ini juga mengkritik Kementerian Luar Negeri RI yang tidak seharusnya percaya dengan berbagai alasan yang disampaikan otoritas kedutaan besar Jerman.


“Dan tidak membiarkan pihak Kedubes memulangkan agen intelijen tersebut,” bebernya.

Oleh karenanya, ia meminta kepada Menlu Retno Marsudi untuk dapat memproses agen intelijen Jerman tersebut yang telah berani masuk ke markas FPI di Petamburan beberapa waktu lalu.

“Kemlu harusnya meminta Kedubes Jerman untuk menyerahkan agen intelijen kepada Polri agar dapat mendalami motif dan kegiatan dari agen intelijen tersebut di Markas FPI,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.