Kembangkan Kawasan Pesisir Kesenden, Zona Ekonomi Baru Kota Cirebon

oleh -2 views
Kawasan Pesisir (FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH)

POLITIK-Kawasan sepanjang pesisir pantai di Kota Cirebon belum sepenuhnya dikembangkan, padahal potensi tersebut bisa memberikan manfaat besar jika bisa dikelola dengan baik. Salah satu wacana terkait pengembangan di sektor wisata, yakni di kawasan laut Kesenden,

Direktur PD Pembangunan (PDP) Kota Cirebon, Panji Amiarsa membenarkan bahwa wacana dan investor yang berminat untuk membangun kawasan tersebut sudah ada.

Mungkin gambar 1 orang dan telepon
Dirut PD Pembangunan, Pandji Amiarsa (FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH)

“Kami benarkan memang ada dan sempat berkomunikasi, namun belum ada kesepakatan yang mengikat antara kedua belah pihak,” ungkap Pandji usai rapat dengan Komisi II dan investor, Rabu (24/02).

Saat ini, dijelaskan Pandji, rencana tersebut masuk pada tahap pemetaan area lahan, verifikasi kuasa penggarapan dan validasi luas tanah yang akan digunakan sekitar 10-15 Hektare.

Dalam prosesnya, PDP sebagai salah satu BUMD milik Pemkot menggunakan dasar hukum Peraturan Menteri Agraria No 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan untuk memastikan prosesnya sesuai dengan ketentuan.

PD Pembangunan tidak ingin tergesa-gesa, karena saat ini lahan yang akan digunakan masih dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga rencana yang disusun perlu dimatangkan terlebih dahulu.

Dalam upaya mematangkan rencana, PD Pembangunan mendorong percepatan kerjasama pihaknya dan investor dengan poin-poin perjanjian yang berimbang, termasuk mengenai time line pengerjaan dan pengamanan hukum jika terjadi persoalan dikemudian hari.

“Hal ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor, rumusannya nanti melibatkan pihak dari PD Pembangunan dan investor, kemudian tandatangan MoU wajib disaksikan notaris,” jelas Pandji.

Saat ini, Pandji mengakui ada sedikit miss komunikasi antara pihaknya dengah investor, namun ia menegaskan bahwa penundaan bukan keinginan dari pihaknya, melainkan dari investor karena pertimbangan pandemi, termasuk penjelasan dari Liaison officer (LO) yang tidak menjelaskan secara utuh mengenai kerjasama.

“LO yang dulu meninggal, kami minta LO laporan yang utuh agar tidak ada salah paham kembali dikemudian hari,” kata Pandji.

Sementara itu, dalam pertemuan bersama Komisi II, pihak investor menyampaikan kekecewaannya, mereka mengaku kecewa dengan sikap PD Pembangunan terkait penundaan.

Juru bicara pihak investor, Dedi Cahyadi mengatakan bahwa sejatinya rencana tersebut sudah bergulir sejak 2018 lalu, namun PD Pembangunan masih belum memberikan kejelasan dan kepastian kapan proyek dilaksanakan.

Padahal, rencana pengembangan obyek wisata ini akan berpengaruh besar terhadap perkembangan wisata di Kota Cirebon, termasuk sektor perekonomian daerah sekitar.

“Apa yang dibutuhkan kami siapkan tapi kami tidak mendapatkan penjelasan dalam waktu yang lama. Oleh sebab itu kami mengadu ke DPRD,” ungkap Dedi.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Watid Shariar mengatakan bahwa pihaknya mencoba menengahi dan memfasilitasi terkait keluhan dari kedua belah pihak.

Watid mengira bahwa kesalah sapaham yang terjadi antara investor dan PD Pembangunan hanya karena terkendalanya komunikasi.

“Lebih intens berkomunikasi. Kedua belah pihak saling membuat komitmen dan terbuka, supaya pengerjaan tidak terlambat seperti ini. Niat baik harus diikuti dengan itikad baik pula, saling terbuka itu penting,” kata Watid. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.