Jurus Spionase CIA Ketika Konflik Amerika Serikat Rusia Mulai Memanas, Dimana Posisi Indonesia?

oleh -25 views
Foto: Reuters

POLITIK-Perang Dingin secara luas dianggap sebagai “zaman keemasan” dari spycraft (keterampilan dan teknik yang digunakan oleh mata-mata) dan spionase, dan ada alasan yang bagus mengapa dianggap demikian. Ketika konflik antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai memanas, muncul perlombaan menuju teknologi yang sangat maju pada periode waktu tersebut.

Akibatnya, level ketinggian teknologi baru dicapai dengan kecepatan yang mencengangkan, catat Richard Douglas di The National Interest. Gagasan tentang perangkat nuklir besar-besaran dan perjalanan luar angkasa muncul, tetapi ada metode baru untuk mengumpulkan informasi intelijen dan mengambil target yang sedang dikembangkan juga.

Amerika Serikat harus kreatif (dan mungkin sedikit aneh) dengan perangkatnya demi menjaga kedok dan kerahasiaan. Mungkin yang paling aneh adalah Alat CIA Rektal.

Banyak seringai terlihat segera setelah alat ini disebutkan, tetapi kenyataannya adalah alat itu bisa menjadi penyelamat sejati. Tujuannya adalah menjadi perlengkapan rahasia yang dapat membantu agen melarikan diri jika mereka ditemukan dan ditangkap. Di dalam kapsul itu ada bermacam-macam alat seperti miniatur mata gergaji, pahat yang dirancang untuk memotong tali, dan bahkan termasuk mata bor.

Di sisi yang lebih gelap, para agen diberikan beberapa cara berbeda untuk mengakhiri hidup mereka sendiri. Harus dipahami, hal itu tidak hanya butuh untuk dilakukan demi masalah keamanan nasional, tetapi juga cara untuk menghindari kengerian yang menunggu agen yang dijebloskan ke dalam tawanan.

Mengutip dari The National Interest, metode yang paling popular, dan yang paling sering muncul di film-film Hollywood, adalah gigi palsu yang mengandung kapsul sianida. Saat agen perlu mengakhiri hidupnya, mereka hanya perlu menggigit gigi palsu itu dengan keras dan semuanya akan berakhir.

Selain gigi palsu sianida, ada juga kacamata yang dapat membantu agen bunuh diri dengan cara yang sama. Pil racun disembunyikan di ujung tangkai kacamata. Yang harus dilakukan agen itu hanyalah melepas kacamatanya dan menggigit ujungnya.

Saat melakukan serangan, agen penyerang bisa menyembunyikan pisau di tempat yang tidak akan menimbulkan kecurigaan. Bahkan mata yang terlatih pun bisa melewatkannya. Satu koin tidak akan pernah menarik perhatian dalam kantong yang penuh dengan uang receh, bahkan jika orang itu ditepuk dan digeledah. Seorang agen dapat membelah koin yang menunjukkan pisau setajam silet yang siap digunakan pada target yang tidak menaruh curiga.

Bagaimana agen CIA mengumpulkan informasi intelijen? Ada banyak jawaban untuk itu, kata Douglas, tetapi dua jawaban menonjol dari yang lainnya. Seperti hampir semua alat yang digunakan dalam Perang Dingin, Pemancar Sepatu memiliki tujuan agar tidak terlalu mencolok. Di dalam tumit sepatu ada pemancar dan mikrofon. Pejabat intelijen dapat mendengarkan semua yang dikatakan kepada diplomat Amerika yang dilengkapi dengan sepatu itu.

Beberapa kejenakaan perang dingin menjadi agak aneh seiring dengan terciptanya perangkat aneh, seperti kamera merpati. Kamera ini diikat ke seekor merpati untuk mengumpulkan informasi intelijen, fungsi utamanya adalah untuk mendapatkan rekaman udara dari lokasi yang penting untuk kepentingan spionase.

Amerika Serikat dan Uni Soviet harus berpikir kreatif selama Perang Dingin, dan dari periode itu, kita mendapatkan beberapa teknologi yang menarik dan salah satu era paling menarik dalam sejarah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.