Juliari Batubara Mengaku Tak Tahu Soal Adanya Aliran Rp150 Juta untuk Pelantun ‘Sakitnya Tuh di Sini’

oleh -74 views
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

POLITIK-Nama pedangdut Cita Citata kembali disinggung dalam sidang lanjutan perkara suap pengadaan bantuan sosial (bansos), Senin (22/3) kemarin.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengaku tak tahu menahu soal adanya aliran uang sebesar Rp 150 juta untuk membayar pelantun lagu “Sakitnya Tuh di Sini” itu.

Hal ini dikatakan Juliari saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam persidangan kasus suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (22/3) malam.

“Pembayaran artis Cita Citata? Acara di labuan Bajo, tahu nggak Adi bayar pakai duit apaan?” tanya Jaksa. “Tidak mengetahui,” jawab Juliari yang bersaksi bagi terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian IM.

Jaksa juga mencecar Juliari soal dana yang digunakan Adi untuk membayar biaya makan, panitia, pesawat dan lainnya untuk kegiatan di Labuan Bajo. Lagi-lagi, Juliari mengaku tak tahu menahu.

Nama Cita Citata dalam persidangan pada Senin (8/3). Adalah mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek bansos Kemensos Adi Wahyono, yang mengungkapkannya.

Adi menceritakan, uang Rp 150 juta yang diberikan kepada Cita Citata, adalah honornya saat mengisi acara Kemensos di Labuan Bajo, NTT. Jaksa berkeyakinan, uang itu berasal dari uang suap proyek bansos.

Kuasa hukum Juliari, Maqdir Ismail memastikan, tidak ada keterkaitan antara kliennya dengan aliran dana suap bansos yang mengalir ke Cita Citata.

“Hal seperti ini dapat dipastikan berada di luar pengetahuan JPB sebagai Menteri Sosial. Saya yakin JPB sebagai Mensos tidak akan mengetahui masalah detil seperti ini,” tegas Maqdir, Selasa (23/3). 

Bahkan, menurutnya, Juliari sama sekali tidak tahu bagaimana proses diundangnya Cita Citata untuk mengisi acara Kemensos di Labuan Bajo itu. Lagian, lanjut Maqdir, Cita Citata juga sulit dikaitkan dengan perkara ini.

Tapi dia tak menampik, bisa saja uang yang digunakan untuk membayar Cita Citata, berasal dari uang rekanan yang mengikuti pengadaan bansos. Bukan Juliari yang menerima, tapi PPK proyek bansos Kemensos, Matheus Joko Santoso, yang juga jadi pesakitan dalam kasus ini.

“Mungkin saja pembayaran honorarium ke Cita Citata dilakukan dengan menggunakan uang yang diterima oleh MJS dari rekanan yang ikut pengadaan Bansos,” duganya.

Maqdir menyarankan penyidik KPK untuk mendalami aliran dana itu kepada Matheus. Menurutnya, anak buah Juliari itu punya kedekatan dengan Daning Saraswati selaku komisaris PT Rajawali Parama Indonesia (RPI).

“Sangat spesial. Kalau misalnya karena kedekatan hubungan antara MJS dan Daning ini yang mempengaruhi kebijakan dan keputusan terkait dalam banyak hal tentu hal itu menjadi tanggung jawab dari keduanya,” bebernya.

Maqdir menyatakan akan mendalami dugaan tersebut dalam persidangan. “Kedekatan hubungan ini tentu akan kami tanyakan nanti di persidangan,” tutur Maqdir.

Dalam perkara ini, Harry dan Ardian didakwa menyuap Juliari dan Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso. Harry didakwa memberi suap sebesar Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp 1,95 miliar.

Menurut jaksa, uang tersebut diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 pada Kemensos tahun 2020.

Maqdir menyebut, JPU tidak pernah menyatakan dalam uraian surat dakwaan cara dan tempat JPB menerima hadiah dan janji.

“Hal patut disesalkan bahwa dalam dakwaan AIM (Ardian) dan HVS (Harry), selalu disebut bahwa JPB menerima hadiah dari AIM dan HVS,” tandasnya.

Cita Citata sendiri sudah menyatakan tidak tahu menahu bahwa uang yang digunakan untuk membayar jasanya memakai uang hasil praktik rasuah.

“Jadi kalau aku sebagai penyanyi itu kan menyanyi profesional merasa bahwa aku dibayar profesional menurut aku enggak ada sangkut pautnya,” ujarnya.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.