Jika Mudik Tak Dilarang, Corona Bakal Pulkam ke Desa-desa

oleh -331 views
Ilustrasi. (Foto : Istimewa).

POLITIK-Pemerintah belum memu­tuskan, apakah membolehkan atau melarang mudik warga pada Lebaran tahun ini. Tapi kalau tak dilarang, dikhawatir­kan virus Corona bakal dibawa para pemudik ke desa-desa.

Baca: Kisah Perairan Indonesia Menyimpan Harta Karun, 640 Titik Kapal Karam, 463 Teridentifikasi, Termasuk Utara Jawa Cirebon

Kekhawatiran itu diungkapkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi. Dia menyebut, para pemudik dari kota, bisa saja membawa virus Corona ke desa. Karena itu, Kemendes PDTT akan melakukan kajian intensif untuk menyikapi arus mudik 2021 ini.

“Jangan sampai pandemi Covid-19 ini justru masuk ke desa. Kemendes PDTT harus bersikap dengan adanya kebijakan ini,” ujarnya, saat menutup Rapat Sinkronisasi Kegiatan Kementerian/Lembaga Kemendes PDTT 2021.

Baca: Sosialisasi 3M dalam 77 Bahasa Daerah

Arie mengingatkan, jika tidak ada upaya bersama mencegah penyebaran Covid-19, pandemi bisa terus me­manjang hingga 2022. “Harus terus melaksanakan protokol kesehatan agar pandemi ini segera berlalu,” imbaunya. Arie juga menyarankan seluruh warga desa harus divaksinasi Covid-19.

Secara terpisah, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo mengatakan, pemerintah masih akan mendiskusi­kan kebijakan mengenai mudik saat Lebaran mendatang. “Jadi bersabar dulu,” pintanya.

Meski begitu, Doni meng­ingatkan, setiap ada libur pan­jang dan peningkatan mobilitas masyarakat, kasus baru selalu melonjak tajam. Ini terjadi da­lam beberapa momen libur panjang pada tahun lalu.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purnawirawan) Alexander K Ginting menegaskan, dilarang atau tidaknya mudik, keselamatan rakyat tetap nomor satu. “Dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat, apapun taruhannya, keselama­tan masyarakat menjadi priori­tas kami,” ujar Alexander da­lam diskusi virtual, kemarin.

Dalam waktu dekat ini, Satgas Covid-19 memasti­kan masih akan melakukan koordinasi lagi terkait keputu­san mudik. Dia pun meminta masyarakat untuk bersikap bijak. Alex mengingatkan, sejauh ini peningkatan kasus selalu dipicu oleh momen libur panjang.

Dari data Satgas Covid-19 kejadian di periode sebelum­nya, empat kali liburan secara berturut-turut dalam waktu dua minggu terjadi kenaikan kasus antara 70 persen hingga 90 persen. Hal ini dia ingatkan tidak boleh terulang.

“Kendati masyarakat merin­dukan mudik, Satgas Covid-19 tetap memperhatikan bahwa keamanan dan keselamatan masyarakat adalah segala-galanya,” tegasnya.

Alexander juga mengingatkan, pihaknya bersama pemerintah terus memperhati­kan pemulihan kesehatan, tapi tanpa mengabaikan pemulihan ekonomi. Begitu juga pemuli­han ekonomi harus memper­hatikan pemulihan kesehatan. “Karena itu, tentu pelonggaran mobilisasi ini harus jadi catatan bersama,” terangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.