Jerman Berikan Bukti Transkrip Wawancara Alexei Navalny ke Rusia

oleh -31 views
Alexei Navalny dtangani tim dokter di bandara Omsk, Siberia, untuk diterbangkan ke Jerman, 22 Agustus 2020
Alexei Navalny dtangani tim dokter di bandara Omsk, Siberia, untuk diterbangkan ke Jerman, 22 Agustus 2020

JAKARTA-Jerman telah memberikan bukti transkrip wawancara dengan Alexei Navalny kepada Rusia untuk penyelidikan kasus keracunan yang dialami oleh pemimpin oposisi itu.

Baca:

Pengakuan Agen Rahasia Rusia Saat Operasi Pembunuhan Tokoh Oposisi Kremlin

Kritikus Kremlin, Alexei Navalny, Ditangkap Saat Kembali ke Rusia dari Jerman

Kementerian Kehakiman Jerman menyebut Rusia sekarang memiliki semua informasi yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan kriminal atas keracunan Navalny pada Agustus tahun lalu, termasuk sampel darah dan jaringan.

Kementerian mengatakan Navalny telah diwawancarai oleh jaksa Berlin dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh kantor kejaksaan umum Rusia.

Transkrip wawancara itu sekarang telah diberikan untuk Rusia sebagaimana diizinkan oleh Konvensi Bantuan Hukum Bersama Eropa.

“Pemerintah Jerman berasumsi bahwa pemerintah Rusia sekarang akan segera mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengklarifikasi kejahatan terhadap Pak Navalny,” kata jurubiacara kementerian, seperti dikutip Reuters.

“Kejahatan ini harus diselesaikan di Rusia. Ini membutuhkan investigasi yang sepadan dengan keseriusan kejahatan ini,” tambahnya.

Navalnya dibawa ke Jerman untuk mendapat perawatan karena mengalami keracunan Novichok. Tim Navalny menuding Kremlin yang telah meracuninya, meski langsung dibantah.

Sementara itu, saat ini Navalny masuk ke dalam daftar buronan nasional karena dinas penjara Rusia menuduhnya tidak melapor kepada mereka pada akhir tahun.

Navalny sendiri menjalani hukuman penjara tiga setengah tahun yang ditangguhkan atas kasus korupsi yang katanya bermotif politik. Masa percobaan Navalny berakhir pada 30 Desember. Layanan Penjara Federal (FSIN) Rusia memberikan ultimatum kepada Navalny untuk kembali ke Rusia sebelum tenggat waktu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.