Drone Bawah Air Diduga Milik China Terjaring Nelayan, Indonesia Dimata-matai?

oleh -1.449 views
Drone Kapal Selam yang ditemukan nelayan di Pulau Selayar. (Twitter/@MediaSelayar)
Drone Kapal Selam yang ditemukan nelayan di Pulau Selayar. (Twitter/@MediaSelayar)

JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan, Azis Syamsuddin, turut menyoroti penemuan drone pengintai diduga milik China di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Keterangan foto tidak tersedia.
Peta kawasan Laut China Selatan. China mengklaim secara sepihak hampir semua Laur China Selatan, dan menerapkan area udara pertahanan di atas wilayah itu. Sampai kini China tidak menetapkan koordinat pasti Sembilan Garis Putus-putus yang dijadikan dasar klaim sepihak mereka.

Sebab, seorang nelayan saat hendak menangkap ikan bernama Saeruddin menemukan sebuah benda, dan merupakan Drone pengintai di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Dari hasil temuan itu, Saeruddin langsung memberikan kepada aparat keamanan baik Polri maupun TNI AL.

Jalur penemuan Drone tersebut merupakan jalur perairan tersibuk di Indonesia. Sementara dua Drone Pengintai lainnya ditemukan di dekat selat Sunda dan wilayah Lombok.

“Penemuan ini tidak boleh dianggap sepele dan harus mendapat perhatian khusus,” kata Azis di Jakarta, Jumat (1/1/2021).

Azis meminta TNI Angkatan Laut (AL) dan Bakamla dapat lebih maksimal dalam mengawasi dan mengamankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tentunya ini menjadi perhatian khusus dan sangat berbahaya bagi keamaman NKRI, hal seperi ini perlu ditanggani dengan serius, dengan memodernisasi peralatan kontra surveillance. Kedaulatan wilayah Indonesia menjadi prioritas utama untuk diamankan,” kata anggota Komisi III Bidang Hukum DPR RI ini.

Drone dalam dunia militer saat ini juga adalah bagian senjata pengintai.

“Sangat disayangkan jika memang drone pengintai tersebut bisa lolos dan masuk perairan Indonesia tanpa terdeteksi, dan cara ini merupakan tidakan ilegal “kata Azis.

Kementerian Luar Negeri RI, lanjut dia, juga diminta dapat tegas menyampaikan nota diplomatik dengan mengirimkan surat protes kepada China.

“Panglima TNI dapat mengerahkan seluruh kesatuannya untuk melakukan deteksi dini di wilayah NKRI pasca lolosnya Drone pengintai yang di duga milik Asing. Jangan sampai Drone itu sudah mengirimkan data dari beberapa hasil temuan di perairan Indonesia,” kata dia.

Keamanan laut, ternyata tidak hanya di atas permukaan air wajib diperhatikan.

“Keamanan bawah laut menjadi tantangan serius yang wajib diatasi oleh pemerintah. Dalam hal ini modernisasi peralatan deteksi bawah laut perlu di perkuat. Tidak boleh ada drone ataupun kapal selam yang memasuki wilayah NKRI tanpa izin negara,” kata Azis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.