Dikelilingi Tentara Asing, Anggota Pasukan Elit TNI AU Ini Disetrum Senjata Kejut Listrik, Videonya Beredar

oleh -2 views
Tangkapan layar Instagram/@hendrakho2007

POLITIK-Perlu diketahui, berawal dari permintaan Gubernur Kalimantan Mohammad Noor kepada Kasau Marsekal Soerjadi Soerjadarma untuk menerjunkan pasukan payung di Kalimantan guna membantu perjuangan rakyat Kalimantan, disambut baik oleh Kasau dengan menunjuk Tjilik Riwut untuk menyiapkan prajurit-prajurit AURI melaksanakan tugas penerjunan di Kalimantan.

Pada tanggal 17 Oktober 1947 dini hari sebuah pesawat dakota memecah keheningan daerah Maguwo lepas landas menyeberangi lautan dan menelusuri belantara rimba  Kalimantan menuju Kotawaringin sebagai daerah sasaran penerjunan.  

Pesawat dakota yang diawaki  Kapten pilot Bob Freeberg dengan Copilot Makmur Suhodo serta dibantu jump master amir hamzah dan pemandu jalan mayor Tjilik Riwoet bersama 13 pejuang prajurit auri sebagai Satgas dakota RI-002 siap melaksanakan penerjunan di Kotawaringin, Kalimantan untuk meneruskan perjuangan bangsa indonesia.

Dikutip dari laman paskhas.mil.id, dalam perjalanan sejarahnya dan  dengan dinamika penyempurnaan organisasi serta pemantapan satuan-satuan TNI maka   berdasarkan keputusan    Kasau  nomor kep/22/iii/1985, tanggal 11 maret 1985, Kopasgat berubah menjadi Pusat Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Puspaskhas).  

Melihat perkembangan tugas, peran, fungsi dan eksistensi satuan-satuan paskhas dalam operasi gabungan tni maupun sistem operasi udara diyakini semakin nyata dan sangat relevan, serta seiring dengan penyempurnaan organisasi TNI dan TNI Angkatan Udara tanggal 7 juli 1997 sesuai Kep Pangab nomor kep/09/VII/1997, status Puspaskhas ditingkatkan dari Badan Pelaksana Pusat menjadi Komando Utama Pembinaan sehingga sebutan Puspaskhas berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas).

Banyak putra terbaik bangsa yang lahir dari Sat 80 Bravo. Salah satunya adalah Mayor Sus Hendra Kho, Perwira Pertama (Pama) TNI Angkatan Udara keturunan Tionghoa. 

Sebuah video berdurasi 52 detik diunggah oleh Hendra pada 23 Desember 2020 lalu. Video itu menunjukkan Hendra dikelilingi lebih dari 10 orang tentara Amerika, seperti hendak mengeroyok. Apalagi, dua orang diantaranya memegangi tangan Hendra di kedua sisi.

Jangan salah sangka, ternyata kedua tentara AS yang memegangi Hendra itu justru jadi pelindung Hendra agar tak jatuh. Pasalnya, satu orang tentara Amerika lainnya menyetrum Hendra dengan menggunakan taser gun, atau senjata kejut listrik, dari belakang.

“Oh my God (Oh Tuhanku),” ucap Hendra sambil secara perlahan tubuhnya jatuh tertelungkup.

Sesaat setelah mendapatkan sengatan listrik dan tertelungkup, alangkah terkejutnya pada tentara Amerika. Hanya beberapa detik saja, Hendra yang merupakan anggota pasukan elite TNI Angkatan Udara itu langsung bangun dan menyalami para tentara Amerika di sekelilingnya.

Tak ada tampak kesakitan yang dirasakan Hendra. Para tentara Amerika itu pun mengaku salut atas kemampuan yang dimiliki oleh Hendra. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.