Dahlan Iskan Ngobrol Bareng Dirut PT PAL, Siapkan Kapal Selam Tanpa Awak

oleh -34 views

POLITIK-Direktur Utama PT Penataran Angkatan Laut atau PT PAL Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang tengah menyiapkan kapal selam tanpa awak. Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang adalah dirut yang baru dilantik sekitar seminggu lalu menggantikan Budiman Saleh.

Penggantian direksi PT PAL dilakukan beberapa saat sebelum tragedi Kapal Selam Nanggala 402 atau KRI Nanggala-402 Rabu (21/4/2021) malam. Kaharuddin Djenod diangkat menjadi Dirut PT PAL Rabu (21/4/2021) berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir No Nomor: SK-123/MBU/04/2021 tanggal 21 April 2021.

Meski baru dilantik memimpin PT PAL, Kaharuddin Djenod telah merancang kapal selam tanpa awak yang memiliki kemampuan operasi lebih canggih dibandingkan kapal selam berawak/konvensional. Putra keturunan Makassar-Surabaya yang lahir di Surabaya, 14 Maret 1971, ini mengaku dua kali menolak tawaran untuk memimpin industri perkapalan terbesar di Indonesia tersebut.

Kok mau jadi Dirut PAL, apa nanti tidak sengsara dan berisiko?” ujar Dahlan Iskan kepada Kaharuddi Djenod.

Dia mengakui bahwa risiko itu pasti ada. Tetapi, peluang untuk melakukan perubahan demi kejayaan maritim Indonesia jauh lebih besar.

“Awalnya saya menolak ketika ditawari. Dua kali saya menolak. Cukup berat saya bisa menerima,” ujar Kaharuddin.

Ketika ditanya siapa yang membuat dirinya sampai mau menerima tawaran tersebut, Kaharuddin Djenod langsung menyebut nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mampu meluluhkan hatinya dengan bahasa nasionalisme.

“Ketika Pak Prabowo menyampaikan dengan bahasa nasionalisme. Kapan lagi Anda bisa mengubah kekuatan maritim indonesi kalau Anda tidak punya kekuatan utuk mengubahnya,” ujar Kaharuddin menirukan ucapan Prabowo.

Menurut Kaharuddin Djenod yang ahli kapal selam dan doktor perkapalan dari Jepang, masa depan kapal selam tak lagi seperti Kapal Selam Nanggala 402. Kapal selam masa depan adalah kapal selam yang tanpa awak dilengkapi dengan teknologi canggih dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Masa depan kalap selam seperti apa, apa seperti yang tenggelam (maaf),” kata Dahlan Iskan.

Kaharuddin Djenod mengatakan, “Sebenarnya, kapal selam yang tenggelam ini, saya bicara umum dan keilmuwan, disainer kapal selam seluruh dunia, masa layaknya itu 20 tahun. Dalam proses ketika maintenance bagus bisa digunakan sampai 30 tahun.”

Kecuali kapal niaga bisa lebih dari 30 tahun, terutama kalau di indonesia. Jadi, kata Kaharuddin, seharusnya itu memang ada batas usia kapal selam.

“Setelah 30 tahun hanya operasi terbatas saja. Itu karena kelelahan material. Crack (keretakan) awal sulit dideteksi, tersimpan hampir di seluruh bodinya,” katanya.

Untuk masa yang akan datang, kata Kaharuddin,  meski kapal selam konvensional dengan awak masih beroperasi dalam beberapa dekade,  kapal selam autonomos, tanpa awak, itu menjadi yang utama.

“Itu yang akan kita bangun di PT PAL. Kapal selam tanpa awak dilengkapi persenjataan utama, ukuran lebih kecil. Saya mendesain dengan ukuran 20 meter (Nanggala 62 meter),” kata Kaharuddin.

Kapal selam tanpa awak hasil rancangan Kaharuddin ini akan mampu membawa 4 torpedo, bisa mendeteksi kapal musuh, dilengkapi dengan AI, dan perintah penembakan tetap berasal dari Markas Besar TNI. “Jadi, cara kerjanya dalam operasi sama seperti kapal selam berawak,” katanya.

Kapal selam tanpa awak akan mampu mendeteksi kapal musuh atau kapal kawan, kemampuan survive di dalam laut, dan harganya jauh lebih murah. Yang jelas, kata Kaharuddin, kapal selam jenis ini  lebih aman,  karena tidak ada orang di situ. Tetapi dari sisi fungsi jauh lebih bagus dan kamampuan menembaknya juga bagus.

“Dalam melakukan tembakan, tetap ada tahapan-tahapan sebelum luncurkan terpedo seperti kapal selam berawak, termasuk ambil konfirmasi dari markas besar, ditembakan atau tidak,” katanya.

Sekilias Sosok Kaharuddin Djenod

Seperti ditulis di akun youtube DI’s Way, Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat Direktur Utama PT PAL Indonesia yang baru.

Namanya, Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang. Arek Suroboyo ini merupakan ahli teknologi desain kapal. Ia juga menguasai teknologi kapal selam. Puluhan tahun di Jepang, Kaharuddin sebenarnya sudah berada di zona super nyaman.

Namun sebagai orang yang mendapatkan beasiswa dari B.J Habibie, ia terpanggil untuk pulang. Jalannya untuk membenahi kemaritiman Indonesia terbuka ketika ia mengenal Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Banyak hal disampaikan Djenod pada Dahlan Iskan di Energi Disway Podcast eps 35 ini. Termasuk bagaimana masa depan teknologi kapal selam Indonesia pasca tenggelamnya KRI Nanggala 402.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *