Bukan Nama Asli, Ada 146 Nama Fiktif, Lenin yang Paling Terkenal

oleh -27 views
Kartu identitas Vladimir Ulyanov-Lenin dari Departemen Perlindungan Keamanan dan Ketertiban Umum, 1895. Getty Images
Kartu identitas Vladimir Ulyanov-Lenin dari Departemen Perlindungan Keamanan dan Ketertiban Umum, 1895. Getty Images

POLITIK-Tulisan Bung Karno bertajuk Kuasanya Kerongkongan. Artikel ini dimuat majalah Panji Islam 1940. Ia menyoroti betapa siasat Adolf Hitler bisa merampas seluruh Jerman berkat kemampuan kerongkongan.

Maksudnya propaganda yang disuarakan terus menerus, sistematis, dan masif, lekas sampai maksudnya. Makin banyak kerongkongan bekerja, propaganda semakin baik.

Masuk akal jika ada adagium yang sangat terkenal dari Vladimir Lenin, “Kebohongan yang diucapkan terus-menerus lama-lama menjadi kebenaran”. Ia memaksimalkan pengulangan, serupa mantra dalam membangun sugesti; dan sukses.

Tak diragukan lagi, untuk urusan nama pun Vladimir Ulyanov melakukan pengulangan dengan menggunakan nama belakang buatan paling terkenal adalah ‘Lenin’. Itulah salah satu dari 146 nama fiktif yang pernah ia gunakan. Lantas, dari mana nama itu berasal?

Kaum Bolshevik menciptakan nama-nama fiktif lantaran alasan konspiratif. Seseorang bisa saja menggunakan beberapa nama belakang yang berbeda — begitulah kebiasaan pada masa itu.

Mereka tak pernah menggunakan nama asli, baik di antara kaum Bolshevik sendiri maupun di media. Vladimir Ulyanov, Bapak Proletariat Dunia, memiliki 146 pseudonim (nama samaran) yang terdiri dari 17 nama asing dan 129 nama Rusia — lima kali lebih banyak daripada pseudonim Josef Stalin. Dari 146 nama samaran tersebut, “Lenin” yang paling terkenal.

Nama itu ia gunakan untuk kepentingan politik serta dalam tulisan-tulisannya. Sepanjang hayatnya, Ulyanov memang tak pernah mengungkapkan alasan di balik pemilihan nama tersebut. Meski begitu, ada tiga kemungkinan tentang asal-usul nama “Lenin”.

Pseudonim dari nama-nama umum orang Rusia amat lazim di kalangan pejuang revolusi. Tak heran, banyak yang bilang bahwa nama “Lenin” berasal dari nama Lena atau Elena. Namun, ini mungkiin tidak sepenuhnya tepat. Nama “Lenin” kemungkinan besar terinspirasi oleh nama sungai alih-alih nama perempuan.

Olga Ulyanova, keponakan Lenin, mengenang, “Saya punya alasan mengapa saya percaya bahwa nama samaran itu berasal dari nama Sungai Lena. Vladimir Iyich tidak memilih nama ‘Volgin’ (dari Sungai Volga) karena nama itu sudah terlalu umum waktu itu, terutama oleh orang-orang seperti (Georgy) Plekhanov dan lainnya.”

Menurut beberapa peneliti, ada kemungkinan bahwa versi tersebut memang benar. Namun, yang lain juga percaya bahwa Lenin memilih nama itu semata-mata untuk mengejek Georgy Plekhanov, seorang Menshevik (fraksi pejuang revolusi di Rusia yang muncul pada 1903 -red.) yang menggunakan pseudonim “Volgin”.

Sang pemimpin Bolshevik pertama kali menggunakan nama “Lenin” atau “N. Lenin” pada 1901 dalam tulisan-tulisannya. Kebiasaan itu melekat dan nama “Lenin” menjadi bagian dari dirinya.

Ini terjadi tepat ketika salah seorang teman Lenin memberinya paspor ayahnya dengan tanggal lahir yang diubah. Nama pria itu Nikolay Egorovich Lenin. Pada 1890, Ulyanov harus meninggalkan negaranya dan membutuhkan dokumen baru.

Sejarawan Vladlen Loginov (nama “Vladlen” itu sendiri merupakan kependekan “Vladimir Lenin”) berpendapat bahwa, setelah meninggalkan Rusia, Lenin memutuskan untuk tetap menggunakan nama yang ia terima dalam paspor baru.

Namun, apa sesungguhnya makna di balik nama itu?

Keluarga Lenin adalah keluarga bangsawan. Nama itu pertama kali diberikan pada abad ke-17 kepada seorang Cossack atas keberhasilannya menaklukkan Siberia setelah menghabiskan musim dingin di tepi Sungai Lena. Nikolay Egorovich Lenin, ayah teman Ulyanov, adalah keturunan orang Cossack itu, yang naik pangkat menjadi penasihat negara, sebelum akhirnya pensiun dan menetap di Yaroslavl.

Namun, ada sesuatu yang terasa janggal. Nikolay Lenin meninggal pada 1902, setahun setelah Ulyanov diduga mulai menggunakan nama itu sebagai pseudonim.’

Penulis Leo Tolstoy memiliki novel berjudul Kazaki. Dalam novel itu, ada seorang tokoh protagonis dengan nama belakang Olenin. Ia dikirim untuk melakukan kerja paksa di Kaukasus dan jatuh cinta dengan kehidupan yang jauh dari peradaban.

Lenin menyukai karya-karya Tolstoy. Istrinya, Nadezhda Krupskaya, ingat suaminya membaca novel itu ketika diasingkan ke Siberia. Saat itu tahun 1898. Tolstoy, menurut Lenin, adalah “cermin revolusi Rusia”. Karena itulah, sejarawan Aleksey Golenkov percaya, nama “Lenin” yang masyhur terinspirasi dari nama belakang protagonis dalam novel Leo Tolstoy tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *