Bantah Pernyataan Nanggala-402 Tidak Diservis, TNI AL: Perbaikan Rutin Dua Tahun Sekali

oleh -109 views
Asisten Perencanan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Muhammad Ali (BP/Antara)

POLITIK-Otoritas Korea Selatan menyampaikan bahwa KRI Nanggala belum dilakukan overhaul atau perbaikan selama sembilan tahun, padahal perbaikan harus rutin dilakukan selama dua tahun sekali untuk menjaga performa kapal selam.

Membantah kabar tersebut, Asisten Perencanan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Muhammad Ali menyampaikan bahwa KRI Nanggala dan KRI Cakra sempat dilakukan overhaul pada tahun 2011 dan dilakukan perbaikan dua tahun sekali.

Baca: Media Online Korea Selatan Ungkap KRI Nanggala-402 Sudah Sembilan Tahun Tidak Diservis

“Perbaikan terakhir itu KRI Nanggala itu dioverhaull tahun 2011 dan selesai di 2012, kemudian melaksanakan perbaikan-perbaikan hardepo harmen, sampai dengan docking dua tahunan itu rutin dilaksanakan terus, docking terakhir tahun 2020,” ucap Asrena KSAL saat jumpa media, Selama (27/4).

Dengan adanya perbaikan rutin tersebut, KRI Nanggala telah dinyatakan layak digunakan.

“Jadi sisi kelaikan kapal ini dinyatakan laik sampai September 2022,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, KRI Nanggala dan KRI Cakra dilakukan overhaul di Korea Selatan lantaran negara tersebut telah memiliki lisensi dari Jerman untuk melakukan perbakian.

“Overhaul di Korea, karena Korea itu sudah mendapatkan export license dari Jerman, dia sudah diizinkan oleh Jerman ntuk melaksanakan overhaul dari negara pembuatnya,” katanya.

Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto menambahkan, Korea Selatan dipilih Indonesia untuk melakukan overhaul lantaran Korea Selatan telah membangun sembilan kapal tipe 209 1200 dan sudah mempunyai export license.

“Sehinga mempunyai kemampuan untukmlekuakn perbaikan sendiri membuat sendiri dan itulah kenapa Cakra dan Nanggala dilaksanakan overhaul di Korea Selatan dengan kemampuan yang ada dan tidak jauh berbeda dengan kemampuan yang dimilik oleh Jerman saat itu,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.