4 Januari, TNI AL Angkat Suara Soal Drone di Perairan Selayar

oleh -162 views

JAKARTA-Penemuan drone bawah laut/UUV Chinese Sea Wing (Haiyi) di Perairan Selayar diduga menjalankan kegiatan mata-mata di perairan Indonesia saat Natal, 25 Desember lalu, mengundang perhatian nasional dan internasional.

Baca:

Drone Bawah Air Diduga Milik China Terjaring Nelayan, Indonesia Dimata-matai?

Duduk Perkara Temuan Drone Mata-Mata Diduga Milik Tiongkok di Perairan Indonesia

Misi Tiongkok: Antara Data 2.100 WNI dan Drone Mata-Mata di Perairan Indonesia

Apalagi banyak pihak menilai drone tersebut mirip dengan milik pemerintahan China. Di sisi lain, TNI AL juga langsung melakukan penyelidikan terkait asal-asul drone dimaksud.

Bahkan disebutkan bahwa penyelidikan terhadap drone yang bentuknya mirip rudal itu sudah menemui titik terang.

Rencananya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono akan menyampaikan langsung dalam konferensi pers, besok Senin (4/1/2021).

Demikian disampaikan Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, Minggu (3/1/2021).

“Besok silakan hadir di Pushidrosal Ancol pukul 08.30 WIB. Bapak Kasal yang akan berikan konferensi pers,” singkatnya.

Julius enggan menjawab saat ditanya apakah benar drone itu milik China atau bukan.

Menurutnya, yang berhak menyampaikan langsung adalah KSAL.

“Besok saja biar jelas,” tandasnya.

Sebelumnya, benda yang berbentuk seperti rudal itu ditemukan oleh seorang nelayan Saeruddin (60) yang sedang memancing di perairan Selayar. Benda itu memiliki berat sekitar 175 kilogram dan panjang sekitar 225 sentimeter (cm).

Dia memutuskan membawa benda bersayap itu ke rumahnya di Desa Majapahit, Kecamatan Pasimarannu, Selayar. Sepekan tersimpan, benda tersebut dievakuasi ke Markas Komando Rayon Militer (Koramil) Pasimarannu pada Sabtu (26/12). TNI memutuskan mengangkut drone tersebut dari rumah Saeruddin untuk mencegah hal tak diinginkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *