24 Jenis Virus Corona Berasal dari Kelelawar , Ini Hasil Riset Tim Peneliti Tiongkok

oleh -1 views
Kelelawar yang dituding membawa Virus Corona (Shutterstock)

POLITIK-Penyelidikan asal usul virus corona baru, SARS-CoV-2, membuat para ilmuwan menemukan puluhan jenis virus corona lainnya yang belum pernah diidentifikasi.

Sebuah makalah yang belum ditinjau oleh rekan sejawat dan diterbitkan di bioRxiv.org pada Senin (15/3) menyebut para ilmuwan menemukan 24 jenis virus corona kelelawar yang belum diidentifikasi. Semua ditemukan dalam radius kurang dari 4 km dari barat daya China.

Baca: Candi Borobudur Hasil Riset Fahmi Basya Sebagai Peninggalan Nabi Sulaiman, Ini Kajiannya

Empat di antaranya terkait dengan SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, seperti dikutip South China Morning Post.

Satu virus disebut membawa tulang punggung genom yang dapat dikategorikan paling dekat dengan SARS-CoV-2 hingga saat ini. Meski begitu, belum ditemukan virus yang menjadi asal usul dari SARS-CoV-2.

Baca: Interpol: Jaringan Kriminal Terorganisir Target Vaksin Covid-19, Inilah Bisnis Ilegal Paling Menguntungkan versi OECD

Penelitian dipimpin oleh Profesor Shi Weifong dari Shandong First Medical University. Para peneliti mengumpulkan lebih dari 400 sampel, meliputi kotoran, urian, hingga usapan oral antara Mei 2019 hingga November tahun lalu.

Ilmuwan dari negara lain, termasuk Australia, ikut serta dalam kunjungan lapangan dan analisis data.

“Keragaman genom virus ini kemungkinan besar telah diremehkan,” kata para peneliti.

Virus yang paling dekat dengan SARS-CoV-2 diberi nama RpYn06, dengan kemiripan hingga 94,5 persen. Sebelumnya, virus RaTG13 dari Yunnan diidentifikasi memiliki tingkat kemiripan hingga 96 persen dengan SARS-CoV-2.

Baca: Vaksin Nusantara Terawan, Begini Fakta yang Perlu Diketahui

Keduanya memiliki protein lonjakan yang berbeda dengan SARS-CoV-2, tetapi dalam hal lain RpYN06 tampak lebih erat kaitannya.

Selain virus terkait SARS-CoV-2, tim Shi mengidentifikasi tiga virus yang terkait dengan SARS yang menjadi epidemi pada 2003. Mereka juga menemukan 17 jenis baru virus corona yang terkait dengan dua jenis yang dapat menyebabkan penyakit janin pada babi.

Kelewar diketahui membawa lebih banyak virus penyebab penyakit dari mamalia lain, selain tikus. Sehingga hewan tersebut kerap menjadi subjek utama penelitian.

Para ilmuwan di China yang mempelajari virus kelelawar mendapat banyak kecaman karena salah satu teori menyebutkan virus corona baru muncul dari kebocoran laboratorium.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.